MEDAN — Perbaikan jalan nasional di wilayah Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Perbaikan tersebut dinilai dapat mengatasi persoalan banjir yang selama bertahun-tahun kerap terjadi di ruas jalan tersebut.
Sebelumnya, sekitar 150 meter ruas jalan tersebut selalu tergenang air setiap kali hujan deras turun. Genangan bahkan dilaporkan mencapai kedalaman sekitar 30 sentimeter.
Kondisi tersebut dipengaruhi posisi badan jalan yang relatif rendah dan membentuk cekungan, ditambah sistem drainase di sekitar lokasi yang dinilai belum mampu mengalirkan air dengan baik. Akibatnya, air menggenangi badan jalan dan berpotensi mempercepat kerusakan aspal serta membahayakan pengguna jalan.
Margono, seorang karyawan gudang di sekitar lokasi, menceritakan kondisi jalan tersebut yang selama ini menyulitkan masyarakat saat musim hujan.
“Dulu, kalau sudah hujan pasti banjir. Kendaraan yang lalu-lalang terpaksa berjalan pelan-pelan untuk menghindari mogok dan lubang yang tertutup air. Posisi jalannya memang sangat rendah,” ujar Margono kepada wartawan.
Hal senada disampaikan Darmo, seorang sopir dump truck yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut barang ke sejumlah gudang di sekitar lokasi proyek.
Menurut Darmo, pemeliharaan jalan sebelumnya dinilai belum menyentuh persoalan utama, terutama masalah genangan air dan kemiringan badan jalan.
“Setiap tahun jalan ini rutin dipelihara atau diperbaiki dengan tambal sulam, tetapi tidak pernah bertahan lama. Apalagi kalau sudah musim penghujan, jalan yang diperbaiki kembali rusak,” katanya.
Solusi Melalui Rekonstruksi dan Pembangunan Box Culvert
Keluhan masyarakat tersebut kini mulai mendapat penanganan melalui pekerjaan rekonstruksi badan jalan serta pembangunan dan pemasangan box culvert di lokasi.
Pekerjaan tersebut dilakukan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, khususnya Satker 4 dan PPK 4.6. Selain pembangunan box culvert, pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran drainase untuk membantu memperlancar aliran air.
Rekonstruksi dilakukan pada badan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter. Penyesuaian kemiringan badan jalan juga dilakukan untuk mengurangi cekungan yang selama ini menjadi salah satu titik berkumpulnya air.
Sejumlah warga menilai perubahan tersebut mulai memberikan dampak positif. Setelah pekerjaan rekonstruksi dilakukan, genangan air di lokasi disebut tidak lagi terjadi seperti pada kondisi sebelumnya saat hujan deras.
Roy M., salah seorang pengawas yang turut terlibat dalam pekerjaan di lokasi, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut diarahkan untuk menangani persoalan genangan air sekaligus memperbaiki kondisi badan jalan.
Menurut Roy, pembangunan box culvert dan rekonstruksi badan jalan sepanjang sekitar 150 meter dilakukan untuk memperbaiki kemiringan jalan sehingga air dapat mengalir dan tidak kembali menggenangi badan jalan.
“Kami melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan yang diatur, baik gambar maupun RAB,” ujar Roy saat dikonfirmasi wartawan.

Balai Besar Pastikan Pekerjaan Mengacu Gambar dan RAB
Beberapa hari sebelumnya, wartawan Lacak Post juga meminta konfirmasi ke kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional di Jalan Sakti Lubis, Medan.
Melalui petugas keamanan, wartawan diarahkan untuk menemui Kasatker 4, Rachmat Parulian. Dalam keterangannya, Parulian menyampaikan bahwa setiap pekerjaan konstruksi dilaksanakan berdasarkan gambar kerja dan RAB yang telah ditetapkan.
“Setiap pekerjaan selalu berdasarkan RAB dan gambar. Apabila ada yang melenceng, kita minta untuk diperbaiki,” ujar Parulian.
Dengan adanya rekonstruksi badan jalan, pembangunan box culvert dan pembenahan sistem drainase tersebut, masyarakat berharap persoalan banjir yang selama bertahun-tahun terjadi di ruas jalan tersebut dapat ditangani secara lebih permanen.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, perbaikan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan badan jalan akibat genangan air yang berulang.
(Jonny Marbun)





