MEDAN – Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan menjadi salah satu tempat yang banyak didatangi masyarakat kurang mampu di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Tebing Tinggi, hingga berbagai daerah di Sumatera Utara untuk mendapatkan informasi dan pendampingan terkait program beasiswa pendidikan.
Keberadaan Rumah Aspirasi tersebut dinilai memberikan harapan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Program pendampingan yang dilakukan difokuskan pada akses terhadap bantuan pendidikan dan beasiswa sesuai ketentuan pemerintah.
Kiprah Dr. Sofyan Tan di Bidang Pendidikan
Nama Dr. Sofyan Tan dikenal luas di Sumatera Utara, khususnya di Medan, Deli Serdang, dan Tebing Tinggi. Politikus PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara I itu telah tiga periode menjadi anggota DPR RI, yakni periode 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Di DPR RI, Dr. Sofyan Tan bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, pariwisata, serta pemuda dan olahraga. Bidang tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia aktif mendorong akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut berbagai pihak yang mengenalnya, perhatian Dr. Sofyan Tan terhadap pendidikan telah dilakukan sejak lama, terutama dalam membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Rumah Aspirasi Jadi Tempat Pengaduan dan Pendampingan
Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan yang berlokasi di Jalan Padang Golf, Desa Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai program beasiswa dan bantuan pendidikan.
Setiap tahun, terutama pada periode pembukaan pendaftaran beasiswa, ratusan warga datang untuk mengajukan permohonan pendampingan. Banyak orang tua berharap anak-anak mereka memperoleh kesempatan kuliah melalui program beasiswa di sejumlah perguruan tinggi swasta yang bekerja sama dengan Rumah Aspirasi.
Proses pendaftaran dilakukan secara langsung maupun daring (online), dengan persyaratan yang mengacu pada ketentuan pemerintah, termasuk verifikasi data ekonomi keluarga.
Prioritas Bagi Keluarga Kurang Mampu
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam proses seleksi adalah kondisi ekonomi calon penerima beasiswa. Pendataan dilakukan berdasarkan dokumen kependudukan dan klasifikasi desil kesejahteraan, dengan prioritas kepada keluarga yang masuk kategori ekonomi rendah.
Karena tingginya jumlah pendaftar, proses verifikasi dilakukan secara ketat agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi syarat.
Dukungan Tokoh Masyarakat
Ketua Jaringan Informasi Nasional, Drs. Hermanto Simanjuntak, menilai Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat kurang mampu mengakses pendidikan.
Menurutnya, biaya pendidikan yang terus meningkat sering menjadi hambatan bagi keluarga miskin untuk menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi. Kehadiran Rumah Aspirasi dinilai menjadi tempat pengaduan dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Banyak keluarga yang kesulitan secara ekonomi, tetapi anak-anak mereka memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Program bantuan pendidikan menjadi sangat penting agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ir. Badia Tampubolon, Ketua Lembaga Sarjana Pendamping Desa. Ia mengatakan bahwa Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan memiliki makna yang mendalam karena menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan terkait pendidikan anak-anak mereka.
Menurut Badia, pendidikan merupakan investasi jangka panjang, sehingga akses terhadap beasiswa dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mewujudkan cita-cita mereka.
Proses Verifikasi Dilakukan Secara Ketat
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan memiliki tim pendataan dan survei lapangan. Setiap permohonan beasiswa diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen serta peninjauan kondisi ekonomi calon penerima.
Lisna Ginting, SH., MH., yang merupakan staf ahli Dr. Sofyan Tan, menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara teliti agar bantuan pendidikan tidak salah sasaran.
“Semua data harus diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Survei lapangan dan pemeriksaan dokumen menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan penerima beasiswa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program mengikuti aturan pemerintah, sehingga seluruh proses dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Harapan untuk Masa Depan Anak Bangsa
Keberadaan Rumah Aspirasi Dr. Sofyan Tan dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan di Sumatera Utara. Melalui pendampingan beasiswa, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bagi banyak orang tua, Rumah Aspirasi bukan sekadar tempat mengurus administrasi beasiswa, tetapi juga menjadi simbol harapan agar anak-anak mereka memiliki kesempatan meraih pendidikan yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih baik. (Jonny Marbun)






