
DELI SERDANG – Kondisi Jalan Kesehatan yang menghubungkan kawasan Deli Tua menuju Marindal dan Patumbak kembali menjadi sorotan masyarakat. Selain kerusakan jalan yang dinilai belum tertangani secara maksimal, Kepala UPT V PUPR Kabupaten Deli Serdang, Erwin Fadli, ST, juga disebut sulit dikonfirmasi terkait berbagai keluhan warga.
UPT V PUPR yang berkantor di kawasan Jalan Cakra III, Marindal, memiliki wilayah kerja yang cukup luas, meliputi Kecamatan Deli Tua, Patumbak, Biru-Biru, Namorambe, dan Pancur Batu. Dengan cakupan wilayah tersebut, petugas UPT V kerap berpindah-pindah lokasi untuk menangani berbagai persoalan infrastruktur jalan dan drainase.
Sebagai perpanjangan tangan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, UPT V bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan kabupaten, pembersihan saluran drainase, pembabatan rumput, hingga penanganan jalan rusak di wilayah kerjanya.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian masyarakat adalah Jalan Kesehatan, Deli Tua. Jalan ini merupakan jalur alternatif yang sering digunakan pengendara untuk menghindari kemacetan di jalan utama, mulai dari kawasan depan Gereja Katolik, Rumah Sakit Sembiring hingga Masjid Besar Deli Tua.
Tingginya volume kendaraan roda dua maupun roda empat membuat kondisi jalan tersebut menjadi sangat vital bagi mobilitas masyarakat. Jalan ini juga menjadi akses penghubung menuju kawasan Marindal dan Sigara-gara, Kecamatan Patumbak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, UPT V PUPR pada akhir Mei hingga Juni 2026 melakukan pekerjaan pengorekan dan perbaikan titik-titik jalan rusak (patching) di sepanjang Jalan Kesehatan. Namun, sejumlah warga mengeluhkan kualitas pekerjaan yang dinilai tidak bertahan lama.
Menurut warga, beberapa titik jalan yang telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan hanya beberapa hari setelah pengerjaan dilakukan. Bahkan, terdapat bagian jalan yang telah dikorek dengan kedalaman sekitar 3 hingga 5 sentimeter namun belum segera dilakukan pengaspalan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun dan lubang yang telah dikorek tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengendara.
“Saya sempat terjatuh karena tidak mengetahui ada bagian jalan yang sudah dikorek. Saat itu hujan dan lubang tertutup air,” ujar Januar Sinurat, salah seorang pengguna jalan.
Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar yang berharap pengerjaan perbaikan jalan dilakukan secara tuntas dan tidak hanya bersifat tambal sulam.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala UPT V PUPR Kabupaten Deli Serdang, Erwin Fadli, ST, belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Saat didatangi ke kantor UPT V, wartawan juga mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sedang menghadiri rapat di kantor induk SDABMBK Kabupaten Deli Serdang.
Masyarakat berharap Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang dapat segera menindaklanjuti berbagai keluhan terkait kondisi Jalan Kesehatan, termasuk mempercepat proses pengaspalan pada titik-titik yang telah dikorek agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pekerjaan pemeliharaan jalan sehingga hasil perbaikan dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (Jonny Marbun)






