SERDANG BEDAGAI – Proyek pelebaran dan peningkatan Jalan Nasional ruas Sei Buluh–Sei Rempah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terus menunjukkan progres positif. Hingga akhir Juli 2026, pekerjaan yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen.
Pembangunan jalan yang berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Arkan Putra Tama dengan nilai kontrak sekitar Rp38 miliar. Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Fokus pada Pelebaran Jalan dan Drainase
Lingkup pekerjaan meliputi pelebaran badan jalan, peningkatan kualitas jalan, serta pembangunan saluran drainase mulai dari kawasan Mapolres Serdang Bedagai hingga Kantor Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai.
Di lapangan, pelaksanaan proyek didukung berbagai peralatan konstruksi sehingga proses pengerjaan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Pengawas lapangan bermarga Ritonga menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan dokumen kontrak, gambar teknis, serta Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Setiap tahapan juga diawasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Seluruh material maupun metode pekerjaan harus sesuai spesifikasi. Apabila tidak memenuhi ketentuan, maka wajib dilakukan perbaikan sesuai kontrak,” ujarnya.
Pihak kontraktor juga menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama demi menjaga reputasi perusahaan dan memastikan hasil pembangunan sesuai standar yang berlaku.
Warga Merasakan Manfaat
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan jalan tersebut.
Menurut mereka, sebelum proyek dimulai, kondisi jalan mengalami kerusakan di sejumlah titik dan sering memicu kemacetan, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Salah seorang warga, Edy Purwanto, mengatakan pelebaran jalan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Kondisi jalan sebelumnya bergelombang sehingga pengendara, terutama sepeda motor, harus lebih berhati-hati. Kami berharap setelah proyek selesai lalu lintas menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sopyan, warga lainnya yang menilai pembangunan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Kami bersyukur jalan ini diperlebar. Mudah-mudahan setelah selesai akses transportasi semakin baik,” katanya.
Pengamat Soroti Pentingnya Pengawasan
Pengamat infrastruktur, Ir. Badia Tampubolon, mengaku telah beberapa kali meninjau langsung pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara harus dilakukan secara terbuka agar kualitas pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut hasil dialog dengan warga menunjukkan adanya dukungan terhadap proyek pelebaran jalan karena dinilai mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Di sisi lain, Badia juga mengimbau masyarakat agar bersabar selama proses pembangunan masih berlangsung.
“Selama pekerjaan belum selesai tentu akan ada gangguan lalu lintas. Kami berharap pengguna jalan dapat memahami kondisi tersebut demi kelancaran penyelesaian proyek,” ujarnya.
Ia berharap proyek pelebaran Jalan Sei Buluh–Sei Rempah dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan keselamatan transportasi di Kabupaten Serdang Bedagai. (Jonny Marbun)






