SIBOLANGIT – Sejumlah perbaikan ruas jalan nasional yang rusak dihantam bencana longsor lalu di 6 titik kawasan Sembahe, Sibolangit, akhirnya telah rampung diperbaiki.
Hal ini terpantau wartawan Lacakpost.com saat melintasi lokasi tersebut, Jumat (2/1/2026).
Pada akhir bulan Oktober tahun 2024 lalu terjadi bencana alam di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara, termasuk Sinolangit. Banyak ruas jalan yang rusak karena longsor dan hujan terus menerus, yang menyebabkan erosi.

Begitu juga tahun 2025 ini, hujan terus menerus kembali melanda di bulan Oktober sampai Desember 2025 yang lalu sehingga bencana alam melanda sebagian Indonesia termasuk Sumatera Utara, sehingga masyarakat ikut menderita.
Pada tahun 2024, di kabupaten Deli Serdang, khususnya di jalan Nasional Wilayah Satker 4 PPK 4.4, tepatnya di Sembahe, terdapat 6 titik yang bukitnya longsor, hingga menyebabkan adanya korban jiwa dan jalan rusak.

Dika, salah seorang pekerja penanganan longsor di kawasan Sembahe – Sibolangit menjelaskan sejumlah perbaikan yang dilakukan untuk penanganan longsor di wilayah itu.
“Kita memasang kawat bronjong untuk menahan longsor. Bronjong ini terbuat dari Gomet panjang satu gulung 30 meter dan lebar 2 m ini dihempangkan dan di buatlah Kawat Bronjong untuk penahan Gomet. Kemudian diatasnya dibuat kompos.,” ujarnya.

Dika mengatakan kompos ini tidak ada di Sumatera Utara dan di ldatangkan dari Propinsi Jambi.
“Kemudian diikatkan dan besi yang sudah dipotong dengan panjang 1,10 M ini di tanjapkan ke tanah. Begitu prosesnya. Ringan kelihatan, tapi resikonya untuk memasangnya tinggi sekali pak, nyawa taruhannya,” katanya.
Pantauan wartawan di 6 titik proyek pengerjaan bronjong dengan kawat gomet tadi sudah merata tumbuh tanaman yang lebat daunnya.
Kata Dika, dengan adanya tanaman itu bertujuan untuk menjaga supaya ketahanan tanah tidak erosi.
(Jonny Marbun)






