BIRU-BIRU – Sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, belajar mengajar dan berfungsi sebagai sarana bagi para siswa untuk menuntut ilmu, belajar etika dan moral, kondisi sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru justru terlihat bertolak belakang dengan tujuan hadirnya sekolah ini.
Setidaknya hal ini tampak saat wartawan Lacakpost.com berkunjung ke sekolah ini, Selasa 2 Desember 2025 lalu.
Tiba di sekolah sudah kosong. Tidak ada kegiatan belajar, yang ada hanya staff TU di ruangan kantor. “Yang lain sudah pada pulang,” kata ibu br Sitepu.
Temuan wartawan saat kunjungan itu, banyak lokal kelas yang tidak mencerminkan tempat untuk belajar : kotor, bahkan pekarangan sekolah sebagian di tumbuhi rumput, sampah dimana-mana berserakan.
Banyak sarana kursi yang terbuang di samping sekolah, yang seharusnya bisa diperbaiki.
Atap sekolah banyak yang berlobang lobang, bahkan asbesnya jatuh berserakan di lantai kelas. Kondisi inubtidak mencerminkan tempat untuk menimba ilmu bagi murid-murid.
Bila dilihat, beberapa barak sekolah seperti baru dipoles dalam hal pencetan dinding sekolah, tapi atap bayak yang berlobang .
Kedatangan Wartawan Lacakpost.com, awalnya ingin mempertanyakan soal uang negara yang dikucurkan ke SMK Negeri 1 Biru Biru sebesar Rp 1.105.100.000.
Uang tersebut berasal dari Direktorat Jenderal PAUD Kementerian Pendidikan, dalam hal ini APBN tahun 2025 untuk Revitalisasi satuan pendidikan.
Dan pelaksanaan pekerjaan mulai dari 3 September 2025 hingga selesai tanggal 3 Desember 2025, yang artinya 90 hari masa kerja dan sudah selesai dikerjakan.
Namun, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru, AS, tidak menjawab saat dihubungi wartawan. Begitu juga saat wartawan mengirimkan foto dan video terkait kondisi sekolah saat ini, juga tidak digubris.
Bahkan nomor wartawan akhirnya diblokir oknun kepala sekolah tersebut. Wartawan kembali mencoba menghubungi melalui nomor lain, namun tetap juga tidak diangkat.
Selain masalah di atas, wartawan juga ingin mempertanyakan penggunaan Dana Bos 2025 di SMK Negeri 1 Biru Biru, karena temuan di lapangan, sejumlah item patut dipertanyakan karena mutunya tidak sesuai.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut didesak agar segera mengecek langsung ke sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru.
“Bila perlu Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru diganti saja. Melihat kondisi dan keadaan Sekolah tidak mencerminkan kebersihan yang layak,” ujar seorang orsng tua siswa yang juga masyarakat setempat. (Jonny Marbun)






